Minggu, 03 Juli 2011 00.42
Sebagai pemimpin janganlah pernah
mengabaikan keharusanmu
untuk melayani bagi kesejahteraan
dan kebahagiaan mereka yang kau pimpin.
Setialah kepada yang benar,
dan kembalikanlah semuanya kepada kebenaran.
Janganlah berhutang keburukan,
karena itu akan mengharuskanmu berdusta
dan memalsukan diri untuk melindungi
yang telah menolongmu.
Jadikanlah hanya Tuhan sebagai penolong
dan penguat kejujuranmu.
Seorang remaja yang jujur,
tegas memutuskan dan segera bertindak,
memelihara kesejajaran
antara yang dikatakan dan yang dilakukannya,
mengambil tanggung-jawab atas kesalahan
dan menyerahkan pujian atas keberhasilannya
kepada orang lain;
memiliki potensi memimpin tiga negara.
Maka,
Marilah kita tumbuhkan anak-anak kita dalam kejujuran,
agar pemimpin yang terpilih kelak lebih pasti jujur.